Di bulan agustus ini, tepatnya itu tanggal 19-22 agustus 2013
gue ngelanjutin program Diksar yang udah dilaksanain bulan Januari kemarin.
Kali ini program acaranya namanya Dikjut atau Pendidikan Lanjutan. Tujuannya
itu untuk mematangkan apa yang telah dicapai pada saat Diksar.
Dikjut ini rangkaian kegiatannya lebih selow sih kalo gue
bilang, pesertanya juga ngga sebanyak waktu Diksar. Ngumpul jadi lebih dekat
dan ngerasa lebih kompak. Ngumpul-ngumpul selain sama temen seangkatan di
Kampa, tapi juga sama temen gue yang aslinya kalo di kelas seangkatan, tapi di
Kampa Kapilawastu ini mereka senior gue, namanya angkatan Gentawana. Kenapa
mereka senior itu karena mereka lebih dulu masuk jadi anggota inti Kampa
Kapilawastu ini.
Jujur aja, dari awal ikut Kampa gue udah mantep mau ikut di
organisasi ini. Walaupun emang satu hambatan gue, bahasa. Gue belum bisa
berbahasa jawa krama. Bahasa jawa krama itu penting untuk berkomunikasi dengan
masyarakat di Dusun Kesingan itu sendiri. Apalagi disana bahasa jawa yang
digunakan berbeda dengan bahasa jawa yang biasa gue dengar dari lingkungan
sekitar.
Sebenernya mulai dari Diksar, gue kalo ke masyarakat itu
canggungnya ya karena bahasa itu sendiri. Tapi di dikjut ini gue berusaha bisa
berkomunikasi sama masyarakat. Caranya itu ngajak temen gue yang bisa bahasa
jawa yang nantinya dia bantuin gue ngartikan kata-kata yang ngga gue pahami dan
dia juga yang bantuin gue buat ngasih tau kata-kata apa yang dalam bahasa jawa
harus gue bilang sama masyarakat. Singkatnya sih translater gitu. Tapi gue juga
gamau terus terusan minta temen gue buat jadi translater kayak gini. Gue pengen
bisa bahasa jawa, yaa emang ga gampang belajar bahasa krama terutama. Tapi
jujur, selama 2 tahun di Jogja, kemampuan berbahasa jawa gue udah meningkat.
Yang tadinya gue cuma ngerti tanpa bisa ngomong, sekarang walaupun sedikit-sedikit
dan masih tersendat gue udah bisa ngomong bahasa jawa.
Kemampuan bahasa jawa ini juga yang jadiin senior Kampa agak ragu
buat ngelantik gue yang anggota muda jadi anggota inti Kampa. Tapi gue
dengan mantap mau berkontribusi dalam Kampa dan siap berkomitmen untuk Kampa
dan Kesingan. Tadinya pun anggota dewan pertimbangan dari Kampa juga ragu kami
bisa berkomitmen di Kampa. Dan pada akhirnya
gue dan keempat temen gue, yaitu Pipit, Ito, Yerry, dan Mujib dilantik jadi
anggota inti Kampa Kapilawastu dengan nama angkatan Gagas Kartaga yang artinya
itu Teguh Pendirian. Pelantikan menjadi anggota inti itu selain kami mendapat nama angkatan dan nomor anggota, kami juga mendapat slayer merah berbordir logo Kapilawastu yang menjadi identitas kami sebagai anggota inti.
Prosesi upacara pelantikan diadain di tengah hutan di Gunung
Merbabu, kurang lebihnya sekitar jam 06.30 WIB pada Kamis, 22 Agustus 2013.
Setelah itu kami turun ke basecamp Mbah Tjip. Pemandangannya baguuuus banget
dari tengah ladang yang ada di dekat hutan. Berdiri tegak dan gagah sekitar 6
Gunung yang tergambar cerah di depan mata. Yang gue tau itu ada Gunung Sumbing,
Sindoro, Slamet dan ketiga gunung lainnya kurang tau. Itu keren banget.
Sayangnya gue ga ngambil foto pake kamera gue sendiri.
Setelah acara Dikjut ini, rasa memiliki gue untuk Kampa dan
Kesingan makin kuat. Rasanya mau tetap bisa kesana untuk ke masyarakat. Karena pada
dasarnya dan dari dulunya, Kampa Kapilawastu dan Kesingan itu sendiri seperti
sebuah keluarga. Ya, gue emang udah ngerasain gimana masyarakat Kesingan yang
sangat ramah dan terbuka dengan kami, dan bahkan sangat senang kami datang
untuk mengajar anak-anak mereka. Rasanya tak tergantikan! :’’)
Salam Lestari







.jpg)

